Ahad, September 29

WEJANGAN KE 8 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

Wasiat Syeikh Abdul Qadir Jailani..8


Orang yang riak, badannya bersih tetapi hatinya kotor. Ia zuhud dalam hal-hal yang mubah tetapi malas untuk berusaha. Ia makan dengan agamanya tetapi tidak berbuat warak secara global. Ia makan haram yang jelas, yang urusan itu sama atas orang awam tetapi tidak sama atas orang yang khas.

Seluruh zuhud dan taatnya itu dilahirkan. Lahirnya makmur tetapi batinnya rosak.
Taat kepada Allah itu dengan hati tetapi bukan dengan tubuh. Seluruh hal ini tergantung dengan hati, rahsia dan pengertian-pengertian.

Telanjanglah kamu dari sesuatu yang kamu ada padanya sehingga saya mengambilkan untukmu dari Allah pakaian yang tidak pernah rosak, lepaslah sehingga Dia memberi pakaian kepadamu.

Lepaskanlah pakaianmu dalam hak-hak Allah. Lepaslah pakaian wukufmu bersama makhluk dan temanmu, lepaslah pakaian syahwat, hal-hal yang menyakitkan,ujub dan nivak, kecintaanmu untuk diterima di sisi makhluk dan mereka menghadapmu, pemberian mereka kepadamu. Lepaslah pakaian dunia dan pakailah pakaian akhirat. Lepaslah dari sekelilingmu, kekuatanmu, kedermawananmu.

Lemparkanlah di hadapan Allah tahap daya upaya, tahap kekuatan dan tanpa berdiri dengan sebab serta
tidak mensekutukan dengan sesuatu dari makhluk.

Apabila kamu melakukan hal ini maka kamu melihat belas kasih-Nya di sekelilingmu akan datang kepadamu, rahmatNya akan berhimpun denganmu. Nikmat dan kurnia-Nya akan memberi pakaianmu dan menghimpunkan kamu kepadaNya.

Larilah kepadaNya dan bersungguh-sungguhlah kepadaNya dengan telanjang tanpa kamu dan selainmu. Berjalanlah kepada-Nya dengan terputus dan terpisah dari selainnya.

Berjalanlah kepada-Nya dengan bercerai berai dan memisahkan diri sehingga Allah menghimpunmu dan menyampaikan kepadamu dengan kekuatan lahir dan batinmu. Sehingga seandainya Allah menutup alam atasmu dan Allah membawakan kepadamu semua beban maka hal itu tidak membahayakan kepadamu bajkan Allah akan memeliharamu padanya.

Hendaklah kamu
mematikan hawa nafsumu dan syaitan-syaitanmu sebelum kamu mati. Hendaklah kamu mati khusus sebelum mati umum.

Permulaannya adalah
menghasilkan akhirat kemudian kamu memperoleh bahagian-bahagian dari dunia.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan