Selasa, Julai 30

Adab - Adab Menghadiri Mawlid Nabi dan Bersalawat


Adab - Adab Menghadiri Mawlid Nabi dan Bersalawat


Adab Para Salaf shalihin, sebelum hadir ke tempat
acara "Maulid", beliau ra biasanya tertibnya,
mengambil wudhu dengan baik dan sempurna, dalam masih
keadaan basah air wudhu, lalu membaca "Shalallahu
'alaa
Muhammad" 33x tanpa diselingi berbicara dengan yang
lain. Lalu diusap kewajahnya, lalu membaca doa sehabis
wudhu. Kemudian shalat sunnah 2 rakaat, niat shalat
sunnah syukur Wudhu, rakaat pertama Al-Kafirun,
setelah Al-Fatihah, lalu rakaat kedua al-ikhlas.
setelah salam membaca subhanallah, Alhamdulillah
Allahu Akbar masing-masing tiga (3) kali.

Lalu boleh ditambahkan shalat sunnah hajat 2 rakaat.
Pada rakaat pertama Al-Kafirun dibaca (3) tiga kali,
setelah Al-Fatihah, lalu rakaat kedua setelah
Al-Fatihah membaca S.al-ikhlas (3). setelah salam
membaca
istighfar 21 kali lalu shalawat 3x, lalu berdoa
membaca niat untuk hadir maulud, contoh doa niat sbb :
Allahumma Ya Allah, kami niat untuk hadir Maulud
NabiMU SAW, dengan niat agar mendapat ridha Allah &
Rasulullah SAW serta Syafaat Rasulullah didalam agama,
dunia dan akhirat, serta dengan niat agar Allah
memberikan semua hajat (kebutuhan) kami, mengabulkan
doa-doa kami, melapangkan kesulitan kami, memudahkan
semua urusan kami dan urusan kaum muslimin di dalam
hal agama, dunia dan akhirat

Hal itu semua diatas, seyogyanya dilakukan mulai
berwudhu hingga shalat sunnah wudhu sampai shalat
sunnah hajat, dilakukan tanpa diselingi perbuatan dan
pembicaraan yang tidak berarti, serta dilakukan dengan
tertib pelaksanaannya berkesinambungan. Jika waktu
tidak memungkinkan paling tidak shalat sunnah wudhu
diutamakan.

Setelah melakukan amal sholeh diatas barulah para
salaf shalihin, beliau2.ra berjalan menghadiri Maulud
Nabi SAW, dengan bertawakal Kepada ALLAH SWT, sangat
mengharapkan limpahan Barakah , rahmat dan maghfirah
tercurahkan kepadanya. dengan berjalan penuh rasa
tawadhu dan tadharu' (menghadirkan perasaan khusu',
seakan-akan akan menemui Baginda Nabi SAW
bersama para Sahabat-nya, dan para Awliya-NYA, yang
disaksikan oleh Allah Jalla Jallaaluh ta'ala serta
para malaikat).

Menanamkan adab batin ini sungguh sangat paling afdhol
didalam menghadiri maulud, karena Allah melihat dan
menyaksikan hati para hamba-NYA. Firman-NYA," Allah
sesuai dengan prasangka hamba-Nya". Biasanya para
salaf shalihin memperbanyak membaca shalawat kepada
Baginda Nabi Rasulullah SAW, dalam perjalanannya,
ketika dan selama Maulud Nabi SAW berlangsung, baik
dibaca secara sirr (rahasia-dalam hati) atau jahar
(di-lafadz-kan, dibaca dengan lisan).

Momentum yang paling baik dan barakah dalam pembacaan
Maulud Nabi SAW adalah pada saat Mahalul Qiyam berdiri
ketika membaca "Yaa Nabii Salaaam Alayka Yaa Rasul
sallaam 'Alayka". Diantara bait2 tersebut maka adalah
momentum yang terbaik kita berdoa memohon kepada ALLAH
SWT, segala doa dan hajat, kita diselingi dengan
membaca shalawat "Yaa Nabii SAlaaam 'Alayka Yaa Rasul
sallaam 'Alayka", bersama-sama. Jadi diantara
bait-bait, tersebut, seyogyanya kita berdoa. Insya
Allah Mustajabah.

Lalu tidak kalah pentingnya, adalah menghadirkan
orang-orang yang kita cintai-sanak keluarga, sahabat
dan kerabat yang kita kehendaki ketika itu. Hadirkan
dengan perasaan kita, bahwa mereka ikut hadir (bil
ghoib) dalam pelaksanaan maulud. Yang Insya Allah,
Rahmat, Barakah dan SyafaatNYA akan meliputi kepada
mereka semua, yang secara lahiriah tidak hadir.

Itulah salah satu Kebesaran-NYA dan Kasih Sayang-NYA
kepada umat Baginda Nabi SAW yang merupakan
tetesan-tetesan air Ar-Rahmah dari Samudera Rahmat
Illahi.

Didalam pelaksanaan pembacaan Maulud, seyogyanya kita
mempertautkan hati kita dengan Baginda Nabi SAW, bagi
yang pernah berziarah ke makam Beliau SAW di Madinah
al-Munawarah, mungkin bisa kembali mengingat2nya.
seakan-akan membaca maulud risalah Baginda nabi SAW di
depan di hadapan makam beliau yang mulia SAW.

Insya Allah. Bagi yang belum rejeki, maka dapat cukup
membayangkan kehadirannya SAW, paling tidak merasa
dilihat dan didengar. Sehingga nilai-kualitas dari
Maulud Insya Allah dapat dirasakan cukup kemanfaatan.
nya, bukan hanya sekedar hadir duduk, doa, amin, makan
lalu bubar, sedangkan hati sanubari masih tetap kotor
penuh karatnya penyakit2 lahiriah dan batiniah.

Maulud adalah salah satu ajang yang sangat sakral
untuk mengembalikan jati diri kita sebagai hamba ALLAH
dan sebagai umat pengikut Baginda Nabi SAW. Oleh
karenanya seyogyanya kita bisa memperhatikan dengan
seksama arti-makna-terjemahan dari bacaan maulud yang
dibaca, hal ini sungguh sangat bermanfaat, guna
meningkatkan kualitas hati kita menuju derajat ihsan
disisi Allah dan RasulNYA. Inilah salah satu sirr -
rahasia dari pelaksanaan Maulid Nabi SAW. Sehingga
ketika kembali dari hadir maulud itu, hati semakin
bercahayanya, Insya Allah, hati sanubari kita
keseluruh relung anggota tubuh kita, mengikis habis
segala karat penyakit-penyakit baik lahir dan batin.
dan semakin bertambah keimanan dan kecintaan kita
kepada Allah dan RasulNYA.

Maulud Nabi SAW, yang kami kutip dari kitab, An-Nur
Al-Mubin fii Mahabbati Sayyil Mursalin, oleh Guru
besar kita Sang Waliyullah Hadhratusy Syaikh KH.
Muhamad Hasyim Asy'ari Asy-Syadzili Al-Qadiriah wan
Naqshbandiyah, mercu suar pendiri Nahdlatul Ulama,
Ahlus Sunnah wal jama'ah.


Beliau termasuk salah satu seorang Imam Muhadist
terkemuka yang menjadi rawi ke-24 dari rantai silsilah
hadis Shahih Bukhari-Muslim. dari gurunya Syaikh
Mahmud at-Termas, guru besar Masjidil Haram bermadzhab
Syafi'i. Yang kami kutib dari beliau, berkat barakah
dan karamahnya serta madad sirr dari para gurru-guru
spiritual kami, Insya Allah kami cukupkan untuk
mengutip Ayat-Ayat Al-Qur'an dan Hadist yang
Shahih yang disepakati oleh para Imam Muhadist, jadi
kami tidak mengambil hadist yang hanya 2-3 riwayat
Imam Hadist, tetapi mengambil yang Mutafaq Alaih,
disepakati oleh lebih dari 3 Imam Muhadist, demi Insya
Allah menambahkan nur keimanan dan keyakinan kita.
Allahumma Amin.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan