Ahad, September 29

Para Wali Melindungi dan Mengawasi Setiap Orang


Untuk melindungi mahluk-Nya dari masalah, Allah SWT mengutus para nabi untuk membawa orang-orang itu dibawah sayap-sayap mereka. Dan setelah Nabi Muhammad SAW, tidak ada lagi nabi. Dia adalah Nabi Terakhir. Dia memberikan kekuatan itu sebagai warisan kepada para wali; karenanya, walaupun kita hidup di suatu masa dimana tidak ada seorang nabi baru yang dilahirkan, para wali dilahirkan untuk melanjutkan ajaran para nabi.

Ada wali-wali atau orang-orang saleh untuk orang Islam, dan ada juga orang suci untuk orang non Islam. Jangan pernah berpikir bahwa Allah akan meninggalkan orang-orang non Islam. Jangan! Semoga Allah mengampuni kita. Ini tidak mungkin. Allah yang Maha Besar tidak akan mengijinkan. Allah memberi perintah dan ijin kepada Sayyidina Muhammad SAW, yang mewariskan statusnya sebagai pelindung kepada wali-wali tingkat tinggi, untuk membawa kedua-duanya, orang-orang Islam dan masyarakat non Islam dibawah sayap mereka.

Jika kalian pergi kesuatu samudera atau suatu kolam renang, dan kalian mempunyai seorang anak yang tidak mengetahui caranya berenang, akankah kalian menyuruhnya berdiri lalu mendorongnya kedalam air, dan mengatakan kepadanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri? Bagaimana dia akan menyelamatkan diri? Dia akan tenggelam. Kita semua adalah anak-anak dihadapan Kebesaran Allah. Jadi, apakah kalian berpikir bahwa Allah akan meletakan kita didepan lautan atau kolam renang, mendorong kita kedalamnya, dan berkata, “Oh! Kamu harus menyelamatkan dirimu sendiri!”

Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri kita? Keinginan jelek dari ego selalu menyerang kita. Setan juga menyerang kita. Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri? Karena itulah mengapa Allah mengirimkan utusan-Nya, untuk mengajari kita bagaimana menyelamatkan diri. Dan jika kita tidak mampu menyelamatkan diri, apa yang akan mereka lakukan ketika seseorang terjatuh kedalam lautan atau kolam renang, apakah membiarkan orang itu berjuang sendiri dan tidak ada seorangpun datang menyelamatkannya? Apa yang akan terjadi?

Ketika paramedis datang apa yang mereka lakukan? Mereka menariknya keluar dan melakukan CPR. Mereka memberinya nafas buatan dan mengeluarkan air dari paru-parunya. Apakah kalian pikir para wali tidak dapat melakukan hal seperti itu, untuk orang-orang beriman dan orang-orang yang tidak beriman? Kalian pikir mereka tidak mengawasi orang-orang dan menyelamatkan mereka.

Semua orang di bumi ini diawasi atau dimonitor – jika hari ini semua orang diawasi oleh tehnologi modern, lalu apakah kalian pikir Tuhan tidak sedang mengawasi kita dan memberi kuasa kepada Rasulullah SAW, dan dari Rasulullah SAW kepada para wali untuk menyelamatkan orang? Untuk melakukan CPR terhadap mereka ketika perlu, atau membuat kejutan elektrik pada jantung mereka untuk menyadarkan mereka dan membuat mereka kembali sadar?

Pengawasan dan penyadaran itu pasti terjadi. Tetapi kita seperti orang-orang yang dibius, tidak sadar akan apa yang sedang dilakukan para wali pada hati kita. Mereka bekerja siang dan malam pada layar besar itu. Setiap rombongan ada disana. Setiap manusia ada dilayar itu. Kemudian, alat pencatat tingkah laku setiap orang muncul. Siapa yang diatas, siapa yang dibawah?

Dari hari pertama hingga hari terakhir kehidupanmu, mereka memeriksa tabel kalian! Apakah tabel itu sedang naik, sedang menurun atau melompat naik dan turun. Tanggung jawab untuk mengawasi diberikan kepada Nabi SAW, yang meminta beberapa penolong. Maka Allah SWT memberinya para penolong dan ahli waris untuk rahasia itu – Para Sahabat, lalu para wali, dan kemudian kepada murid-murid mereka.1

Saat ini, kalian akan menemui banyak orang yang akan berkata, “Aku milik syaikh ini atau syaikh itu atau syaikh itu.” Baiklah, untuk mengatakan hal seperti itu, tetapi mungkin syaikh itu tidak membawa rahasia. Rahasia tidaklah sederhana, dan tidaklah mudah. Ada banyak syaikh saat ini yang mengakui bahwa mereka memiliki kuasa, lalu para pengikut mereka tersesat. Ini adalah pemberian dan tanggung jawab yang mengagumkan, memiliki kekuatan dari Nabi SAW untuk mengawasi atau memonitor layar besar itu, untuk setiap orang yang telah ditentukan untukmu sebagai pengikut – untuk melihat apa yang dia lakukan setiap hari, dan mencoba untuk menjaganya tetap berada digaris kemenangan, bukan garis kegagalan. Ini merupakan sebuah tugas besar bagi seorang syaikh untuk memelihara para pengikutnya.

Grandsyaikh berkata bahwa tubuh manusia mempunyai 366 titik tekanan. Ketika murid-murid mereka membutuhkan pertolongan atau penyembuhan, dan ketika mereka diberikan ijin. Ini berlaku terutama pada Naqshbandi, yang tidak selalu menunjukan keajaiban kecuali dengan cara tersembunyi. Para wali bisa dengan mudah menekan titik-titik dan mengirimkan energi dari tangan mereka. Ini akan mengirim energi dan menghidupkan serta meremajakan lagi seluruh organ yang sakit, dengan tujuan agar organ itu bisa bergerak dan berfungsi secara normal. Aku akan mendiskusikan poin-poin ini secara lebih rinci nanti.

Sebagai malaikat-malaikat yang bertanggung jawab untuk para pengikut mereka, para wali diberikan ijin oleh Nabi SAW untuk melihat dan mengawasi para pengikut mereka pada layar besar ini. Setiap pengikut mempunyai layar seperti itu, dan setiap orang dari mereka seperti sebuah pabrik atau perusahaan lengkap yang naik dan turun. Masing-masing tindakan individu akan ditempatkan pada layar itu setiap hari. Dan syaikh mengawasinya. Karena syaikh mengawasi kegiatan harian mereka – dia mungkin akan campur tangan ketika melihat sesuatu yang salah – memotivasi murid untuk kembali kepada kebenaran.

Syaikh bisa menciptakan sebuah perjuangan atau konflik untuk muridnya di kehidupannya, dan kemudian mengawasinya untuk melihat apakah dia marah atau tidak. Jika kalian tidak marah dan sabar, dengan segera mereka bisa tidak memperhatikan tindakan tidak baikmu; lalu tabelmu akan naik lebih tinggi – petunjuk akan muncul kembali.

Wa min Allah at Tawfiq

WEJANGAN KE 1 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

WEJANGAN KE 1 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

 
Wahai anak, nasihatilah dirimu sendiri kemudian nasihatilah orang lain. Atas tanggunganmulah kekhususan dirimu, janganlah kamu melampaui menasihati orang lain sedangkan di dalam dirimu masih ada sisa yang perlu untuk diperbaiki.

Wahai anak, tidurlah di bawah aliran takdir, berbantal dengan kesabaran, setujulah takdir, dan beribadah dengan menunggu kelapangan. Apabila kamu demikian maka akan berlimpah apa yang ditakdirkan dari kurnia dan anugerah-Nya sesuatu yang tidak baik kamu meminta dan mencita-citakannya.

Wahai anak, hendaklah kamu bertaqwa, hendaklah kamu memegangi batas-batas syara', menyelisihi hawa nafsu, syaitan dan teman-teman yang jahat. Seorang mukmin dalam memerangi hal itu kepalanya tidak terbuka dari topi baja, pedangnya tidak disarungkan dan punggung kudanya tidak lepas pelananya.

Wahai anak, dalam khalwatmu kamu memerlukan kewarakan yang mengeluarkan kamu dari maksiat-maksiat, ketergelinciran dan pengawasan yang mengingatkan kamu akan pandangan Allah swt kepadamu. kamu sangat memerlukan hal ini bersamamu di dalam khalwatmu, kemudian kamu memerlukan kepada peperangan hawa nafsu dan syaitan.

Wahai anak, tinggalkanlah hawa nafsu dari kamu, jadilah tanah di bawah tapak kaki kaum itu, debu di muka mereka.

Wahai anak , janganlah kamu bersama dengan hawa nafsu, tidak dengan dunia dan tidak dengan akhirat dan jangan kamu ikuti selain Allah, kerana kamu telah tiba di gudang yang tidak rosak selamanya.

Wahai anak, apabila penyakit datang kepadamu, maka hadapilah penyakit itu dengan penuh kesabaran dan tenanglah sehingga datang ubat. Apabila datang ubat maka hadapilah dengan rasa syukur.
Wahai anak, janganlah cita-citamu itu pada apa yang kamu makan dan kamu minum, apa yang kamu pakai dan kamu nikah, apa yang kamu diami dan apa yang kamu kumpulkan.
Maka hendaklah cita-citamu adalah Tuhanmu dan apa yang di sisi-Nya.

WEJANGAN KE 2 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

WEJANGAN KE 2 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI


Wahai anak, kamu diciptkan bukanlah untuk kekal dan bersenang-senang di dunia, maka ubahlah apa-apa yang dibenci oleh Allah yang ada padamu, kerana kamu telah menerima untuk taat kepada Allah dengan ucapan:-

"Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah"

Wahai anak, urusan itu bukan dalam kasarnya pakaian dan makananmu. Urusan itu ada di
dalam zuhudnya hatimu. Yang pertama kali dikenakan oleh orang yang jujur dalam berpakaian adalah bulu ( pakaian yang sederhana) atas batinnya kemudian meluas ke lahirnya.

Wahai anak, ambillah bahagian-bahagian itu dengan
tangan zuhud tidak dengan tangan keriangan. Orang yang makan dan menangis tidaklah seperti orang yang makan dan tertawa.

Wahai anak, janganlah kamu bergaul dengan manusia disertai dengan kebutaan, kebodohan, kelalaian dan tidur? Pergaulilah mereka dengan
mata hati, pengetahuan dan kesedaran.

Wahai anak,
serahkan kepada-Nya mengenai apa yang ditakdirkan-Nya kemudian berdirilah bersama-Nya setelah itu. Asas itu memerlukan bangunan dan terus-meneruslah atas demikian itu pada seluruh waktu, baik siang mahupun malam.

Barangsiapa di antaramu itu menjadi orang yang benar maka tidak ada orang yang benar sepertinya. Kamu para raja sedang selainmu dari umat-umat yang terdahulu sebagai rakyat.

WEJANGAN KE 3 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

WEJANGAN KE 3 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI


Wahai anak, ilmumu memanggilmu;

Saya adalah hujjah atasmu (mengalahkan kamu) jika kamu tidak mengamalkan saya, dan hujjah bagimu (berguna bagimu) jika kamu mengamalkan saya! Nabi Muhammad saw bersabda yang bermaksud:

"Bersuaralah ilmu dengan amal jika ia memperkenankan. Jika tidak, maka ilmu itu pergi." (Al Hadis)

Wahai anak, barangsiapa yang
sabar maka ia menjadi mampu. Allah swt berfirman dan bermaksud:-

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az Zumar: 10)

Wahai anak, ambillah dalil dari ciptaan Allah atasnya.
Berfikirlah mengenai ciptaan itu maka kamu sampai kepada Zat Yang Menciptakan. Orang mukmin yang yakin dan arif itu mempunyai dua mata lahir dan dua mata batin.

Wahai anak,
janganlah kamu mengadu dari Khalik kepada makhluk, tetapi mengadulah kepada-Nya kerana Dia Zat yang mentakdirkan. Adapun selain-Nya maka tidak. Termasuk perbendaharaan kebaktian adalah menyimpan rahsia, bencana-bencana dan penyakit-penyakit dan sedekah, bersedekahlah dengan tangan kananmu dan usahakanlah sungguh-sungguh agar tangan kirimu tidak mengetahuinya.

Wahai anak, dalam
mengambil dunia janganlah seperti orang yang mengumpulkan kayu bakar di malam hari, di mana ia tidak tahu apa yang terjamah oleh tangannya.

Wahai anak, jika kamu menghendaki agar di hadapanmu tidak ada pintu yang tertutup maka
bertaqwalah kepada Allah kerana itu adalah kunci dari setiap pintu. Allah berfirman dan bermaksud:

"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka." (At Talaq: 2-3)

WEJANGAN KE 4 : GHAUS AL AZAM SYEIKH ABDUL QADIR JAILANI

Wasiat Syeikh Abdul Qadir Jailani..4


Wahai anak, di sini tidak ada selain Khalik (Zat Pencipta). Jika kamu bersama Khalik maka kamu adalah hamba-Nya. Dan jika kamu bersama makhluk maka kami adalah hamba mereka.

Wahai anak,
janganlah kamu malas kerana orang yang malas itu terhalang selamanya, sedangkan penyesalan itu ada di dalam dirinya. Baikkanlah amal-amalmu dan Allah bermurah kepadamu di dunia dan akhirat nanti.

Wahai anak,
tegakkanlah jaring doa dan kembalilah kepad keredhaan. Janganlah kamu berdoa dengan lidahmu sedang hatimu itu berpaling. Esok pada hari Kiamat, manusia akan teringat apa yang ia kerjakan di dunia baik kebaikan mahupun keburukan.

Wahai anak, pergaulanmu dengan orang-orang buruk akan menempatkan kamu untuk berprasangka buruk kepada orang-orang yang terpilih.
Berjalanlah di bawah naungan kitabullah dan sunnah Rasul-Nya saw dan kamu telah beruntung.